Dua Sisi Wajah Noor Ibrahim: Potret + Topeng

Foto-foto: Dok. Noor Ibrahim

 

ME – MASK | Noor Ibrahim | 17 Oktober-17 November 2017 | Openarts Space MERGE? | Busan | KOREA SELATAN

Potret wajah ekspresif disandingkan dengan topeng wajah dalam berbagai karakter.

NOOR IBRAHIM punya garis-garis wajah yang ekspresif. Wajahnya nyaris berbentuk struktur empat persegi yang melebar dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan, dibatasi gerai rambut gondrong yang melengkung ikal. Hidung runcing bak anak busur dengan ujung bawahnya yang melebar dengan garis di sisi luar cuping hidung ke bawah bertemu dengan garis-garis bibir bak sapuan kuas yang tebal.

Di atas bibir muncul garis tebal melengkung berupa citraan kumis yang lebat yang ujung bawahnya bertemu dengan jenggot di bagian bawah bak garis tebal melengkung di bagian kiri dan kanan pipinya dalam gerakan yang akhirnya menyempit di bagian ujung, bersatu dengan rambut kepala.

Struktur garis-garis wajah itulah yang muncul dalam sembilan karya lukis perupa yang menetap di Yogyakarta ini. Karya lukis dengan judul seragam—Me-Mask—itu berupa potret wajah dalam sapuan kuas yang terasa kuat menjelajahi permukaan kanvas. “Sembilan lukisan itu potret diri saya,” ujar Noor Ibrahim lewat percakapan di Face Book saat dia berada di Busan, Korea Selatan, Rabu 25 Oktober 2017.

Galeri:

Sapuan-sapuan ekspresif dengan cat akrilik pada kanvas 40 x 50 sentimeter terbentuk itu dari garis-garis tebal yang mengurung bentuk inti wajah—mata, hidung, mulut—dalam warna monokrom nan gelap. Kesannya, wajah merenung, suntuk berfikir, murung, memberengut, tegang.

Potret wajah dalam lukisan yang semuanya bertarikh 2017 itu, sangat berbeda dengan 12 topeng karya pematung kelahiran Magelang, Jawa Tengah,  pada 20 Januari 1966 ini. Wajah pada topeng itu tak lagi ekspresi emosinya. “Topeng memiliki simbol berbagai sifat manusia,” katanya.

Menurut Noor, topeng dari bahan aluminium itu ide penciptaannya dari alam meditasinya. Topeng muncul dari bentuk realis, karikatural, hingga simbolis yang diimbuhi berbagai ragam hias. “Terkadang sifat manusia bercampur dengan sifat binatang dan iblis, memiliki banyak keinginan, tahta, harta dan kekuasaan,” ujarnya.

Galeri:

Percampuran sifat-sifat buruk itu makin membuat buruk polah kelakuan manusia. “Manusia menjauh dari diri dan kepribadiannya atau rasa kemanusiaannya,” kata Noor. Pada topeng itulah muncul secara jelas berbagai mimik wajah: senyum, merengut, mengejek, tertawa, geram, tegang, dan serius. Potret dengan bentuk yang serba tak jelas menjadi bagian dari topeng yang lugas.

RAIHUL FADJRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *